Selasa, 11 Juli 2017

SPESIES MANUSIA BARU,ANAK INI DAPAT MELIAHAT DI MALAM HARI


Evolusi biasanya mengacu pada perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan itu diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya.

Berbicara tentang manusia, evolusi telah menjadi proses panjang yang melibatkan serangkaian fase. Proses tersebut sejatinya proses yang tidak berkesudahan.

Pada sebagian besar evolusi, perubahannya amatlah kecil. Namun terdapat pengecualian pada kisah anak laki-laki di Tiongkok berikut ini. Bocah berikut menunjukkan tanda-tanda evolusi yang mengejutkan.

Melansir dari Unniverse.org, anak laki-laki itu bernama Nong Yousui. Lahir di kota Dahua, bocah itu memiliki kemampuan mengejutkan untuk melihat dalam gelap dengan mata birunya.
Sang ayah diberi tahu bahwa mata anaknya berbeda dua minggu setelah kelahirannya. Nong sempat dirawat di rumah 

sakit, tetapi pada dokter menyarankan orang tua Nong untuk tidak khawatir dan akan baik-baik saja begitu ia dewasa.
Fakta sebenarnya di balik mata biru Nong adalah ia bisa melihat dalam terang. Salah satu teman terbaik Nong mengklaim bahwa ia mampu menangkap jangkrik di malam hari tanpa menggunakan senter.

Seorang jurnalis, Bi Donglei dari Kabupaten Heng, menguji kemampuan Nong dengan memberikan beberapa kartu serta pertanyaan di ruangan gelap gulita. Hebatnya, Nong memberikan jawaban yang benar untuk pertanyaan tersebut dan menebak kartu yang diberikan dengan benar.

Menurut para ahli, kasus yang dialami oleh Nong adalah kemampuan evolusi yang terjadi pada retina bocah tersebut. Proses evolusi membuat konsentrasi sel batang di retina Nong sangat tinggi.
Hal inilah yang menyebabkan mata Nong berwarna biru, bisa melihat di dalam gelap, serta sangat sensitif di bawah matahari, persis seperti mata kucing. *

Minggu, 09 Juli 2017

SEBELUM DITEMBAK MATI, PENEMBAK ITALIA DIDUGA HENDAK BERAKSI LAGI

                                                             Kasus pembunuhan italia

                                                  PENEMBAK,DI TEMBAK MATI



 Polisi menembak mati Saiful, eksekutor yang menembak mati Italia Chandra Kirana Putri (23). Sebelum ditangkap, Saiful diduga hendak melakukan pencurian motor di tempat lain.

"Diduga yang bersangkutan hendak 'main' lagi, karena ditemukan sejumlah barang bukti peralatan untuk kejahatan curanmor," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono 

Saat ditangkap, polisi menemukan pistol rakitan jenis revolver berikut empat butir pelurunya. Polisi juga menemukan dua buah obeng, kunci letter 'T' berikut sejumlah anak kunci dan juga sebilah badik.

Saiful tewas ditembak mati polisi karena melawan saat disergap di Jl Lematang-Tanjung Bintang, Lampung Selatan (sebelumnya ditulis di Jl Panjang), pada pukul 14.00 WIB

Argo mengatakan, tertangkapnya Saiful berkat rekaman CCTV di rumah tetangganya. Saat itu, wajah rekan Saiful, berinisial M terekam CCTV. Sementara Saiful saat itu sulit teridentifikasi karena memakai helm.

Tim gabungan dari Subdit Resmob dan Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh AKBP Aris Supriyanto dan AKBP Antonius Agus kemudian menyelidiki keduanya. Polisi mencari profil mengenai M yang wajahnya kemudian disketsa polisi.

"Dari sketsa wajah M ini kemudian diselidiki, siapa kira-kira kelompoknya. Kemudian ada informasi bahwa M melakukan penembakan itu bersama dengan Saiful," lanjutnya.

Polisi kemudian mencari profil Saiful. Tim berkoordinasi dengan Polda tetangga, hingga akhirnya mendapatkan informasi bahwa Saiful yang dimaksud adalah seorang terdakwa kasus kepemilikan senjata api di Polres Cilegon.

Kemudian tim berkoordinasi dengan Polres Cilegon, sehingga didapat profil Saiful ini dan alamatnya," ungkapnya.

Tim kemudian melakukan pencarian ke alamat rumah Saiful di Lampung. Setelah beberapa hari melakukan pengintaian di Lampung Selatan, posisi Saiful akhirnya diketahui.

Saiful saat itu baru keluar dari rumah kosannya. Melihat Saiful melintas di lokasi, tim akhirnya menyergapnya. Dia kemudian melawan dengan pistolnya, namun polisi akhirnya menembaknya hingga tewas karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan petugas.